Tidak Semua Pikiran Layak Dipertahankan.”
بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين Makna Kalimat diatas Tidak semua pikiran layak dipertahankan, karena kebenaran tidak selalu lahir dari kepala kita sendiri. Orang yang terlalu memuja pikirannya akan sulit tumbuh, sebab ia menutup pintu hikmah yang Allah titipkan melalui orang lain. Kerendahan hati dalam mendengar bukan tanda kelemahan, justru itulah jalan kedewasaan dan keluasan ilmu. 📜 Qoul Imam Syafi’i (rahimahullah) Imam Syafi’i mencontohkan adab agung dalam berpikir dan berdialog. Beliau tidak berdebat untuk menang, tetapi untuk menemukan kebenaran,kata beliau ما ناظرتُ أحدًا إلا أحببتُ أن يُوفَّقَ ويُسدَّدَ، ويكونُ الحقُّ على لسانه Makna ringkas: Aku tidak pernah berdebat dengan siapa pun, kecuali aku berharap ia diberi taufik dan kebenaran itu keluar dari lisannya. 📌 Benang merahnya jelas: Siapa yang ikhlas mencari kebenaran, tidak akan takut jika kebenaran itu data...
