Para Salaf Rindu Ramadan 6 Bulan… dan Menangisinya 6 Bulan Lagi
بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين Ini dalilnya , dan ini batas bulannya Di zaman kita hari ini, Ramadan sering datang seperti musim. Begitu masuk, orang ramai bicara tentang puasa, tarawih, ngabuburit, buka bersama, sahur, dan berbagai konten religi. Suasana masjid hidup, mushaf kembali dibuka, doa-doa terasa lebih hangat, dan hati seakan lebih dekat kepada Allah. Tapi setelah Ramadan pergi, suasana itu sering sekali cepat pudar. Masjid mulai longgar. Mushaf mulai jarang dibuka. Doa-doa mulai pendek. Dan hati perlahan kembali sibuk dengan dunia. Padahal, bagi generasi terbaik umat ini, Ramadan bukan sekadar bulan yang lewat. Ramadan adalah titik pusat hidup mereka. Bukan hanya ditunggu saat sudah dekat, tetapi dirindukan jauh-jauh hari, lalu ditangisi panjang setelah berlalu. Karena itu, ada satu ungkapan salaf yang sangat terkenal dan begitu dalam maknanya: كَانُوا يَدْعُونَ اللَّهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ ي...


