Masih Malas Shalat Sunnah? Baca Hadits Ini — InsyaAllah Kamu Nggak Akan Malas Lagi

بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين

Masih Malas Shalat Sunnah?
Baca Hadits Ini — InsyaAllah Kamu Nggak Akan Malas Lagi**

Banyak dari kita jujur saja:
shalat wajib masih dikerjakan, tapi ketika bicara shalat sunnah, sering muncul rasa malas.
Padahal, ada satu hadits yang kalau dipahami dengan hati, bisa mengubah cara pandang kita tentang shalat sunnah.
Hadits ini saya temukan dalam kitab Khazīnatul Asrār, halaman 26.
📖 Hadits tentang Shalat Sunnah
Disebutkan dalam hadits marfū‘:
النافلةُ هديةُ المؤمنِ إلى ربِّه، فليُحسِنْ أحدُكم هديتَه، وليُطَيِّبْها، لكونِ الهديةِ سببًا للمحبَّة
Artinya:
“Shalat sunnah adalah hadiah seorang mukmin kepada Tuhannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperindah hadiahnya dan menjadikannya sebaik mungkin, karena hadiah adalah sebab tumbuhnya rasa cinta.”
📚 Rujukan: Kitab Khazīnatul Asrār, halaman 26.

Penjelasannya 
Hadits ini memberi sudut pandang yang sangat indah.
Shalat sunnah bukan sekadar tambahan, bukan pula beban,ia sebenarnya adalah hadiah,dan hadiah itu:
 • Tidak dipaksa
• Tidak diwajibkan
Tapi lahir dari cinta dan keikhlasan,
Kalau kepada sesama manusia saja kita ingin memberi hadiah yang bagus, rapi, dan terbaik,di cek berkali agar rapih, ga ada cacatnya, maka kepada Allah—yang memberi kita hidup, iman, dan hidayah— seharusnya ,lebih layak lagi kita memperindah hadiah itu.

Shalat sunnah yang dikerjakan dengan tenang, khusyuk, dan penuh adab, itulah hadiah yang indah.
Imam al-Ghazali berkata:
ليس المقصود من الطاعة صورتها، وإنما المقصود نورها الذي يقع في القلب
Artinya:
“Yang menjadi tujuan dari ketaatan bukan sekadar bentuk lahiriahnya, tetapi cahaya ketaatan itu yang jatuh ke dalam hati.”
📚 (Makna diambil dari pemikiran Imam al-Ghazali dalam Ihyā’ ‘Ulūmiddīn)

🧠 Qaul Ulama sebagai Penguat
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
المحبةُ تُورِثُ كثرةَ الطاعة، وقِلَّةَ التكلُّف
Artinya:
“Cinta kepada Allah akan melahirkan banyak ketaatan dan menghilangkan rasa berat dalam beramal.”
Maka wajar, ketika shalat sunnah terasa berat, sering kali masalahnya bukan di waktu atau tenaga, tapi di rasa cinta dalam hati.
Hadits ini mengajarkan:
bangun cinta dulu, maka amal akan mengikuti.
✨ Penutup
Kalau hari ini kita masih malas shalat sunnah, jangan putus asa.
Cukup ubah niat dan sudut pandang:
“Aku sedang memberi hadiah kepada Rabb-ku.”
Tak perlu banyak.
Dua rakaat, tapi dikerjakan dengan cinta,
lebih berharga daripada banyak amal tanpa rasa.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang gemar memberi hadiah terbaik untuk-Nya.Āmīn. ( Hikam )
 اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد بعدد حروف كلام الله، وصل وسلم عليه وآله في أول الكلام وأوسطه وآخره،اللهم آته الوسيلة والفضيلة برحمتك ياأرحم الراحمين

Komentar

Postingan Populer