Ragu Sudah Berapa Rakaat? Ini Pegangannya
بــــــــسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله رب العلمين و به نستعين، مصلياومسلما على سيد الأنبياء والمرسلين ،أمابعد
Kalau kita Ragu Tadi Sudah Berapa Rakaat?
Kadang kita lagi salat, tiba-tiba bingung:
“Ini tadi sudah 3 ya… atau masih 2 rokaat ya...?”
Tenang saja.... Jangan panik dulu
Nie.... ada pegangan sederhana dari Nabi ﷺ.
Pegangan Utamanya
Kalau ragu dalam salat,
" Ambil angka yang paling sedikit.
Karena itu yang paling yakin"
Nabi ﷺ bersabda:
فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ
“Buanglah keraguan, dan bangunlah (lanjutkan) di atas yang yakin.”
(HR. Muslim)
Dalam kaidah fiqih juga disebutkan:
اليقين لا يزول بالشك
"Keyakinan tidak hilang karena keraguan"
Artinya sederhana:
Yang yakin dipakai.
Yang ragu dibuang.
Contoh Biar Mudah Paham
A.Contoh 1 ; ragu antara 2 atau 3 rakaat
→ Ambil hitungan 2 rokaat ! (karena itu yang pasti)
→ Tambah sampai cukup.
→ Tutup dengan sujud sahwi sebelum salam.
B.Contoh 2 ragu antara 3 atau 4 rakaat
→ Ambil 3.
→ Tambah 1 rakaat lagi.
→ Lalu sujud sahwi.
Selesai.
Jadi kita ga perlu ulang lagi dari awal.
Kenapa Ambil yang Sedikit?
Jawabnya ya... karena itu paling aman.
Kalau ternyata tadi sudah lebih,
nanti ditutup dengan sujud sahwi.
Sebagaimana dalam lanjutan hadits:
ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ
“Kemudian sujud dua kali (sujud sahwi).”
Jadi salat tetap sah.
Hati tetap tenang.
Bagaimana Posisi Mazhab Mengenai Aturan Main Diatas ?
Secara akademis, ini adalah pendapat jumhur ulama (mayoritas mazhab),rinciannya :
Mazhab Syafi’i → Ambil yang yakin (yang sedikit), lalu sujud sahwi.
Mazhab Maliki → Prinsipnya sama: bangun di atas keyakinan.
Mazhab Hanbali → Juga berdalil dengan hadits ini.
Sedangkan Mazhab Hanafi sedikit lebih rinci:
Jika benar-benar ragu tanpa kecenderungan, ambil yang sedikit.
Jika hati lebih condong ke salah satu, boleh mengikuti yang lebih kuat dalam hati (zhann ghalib).
Jadi artinya, secara ilmiah: Pendapat ini bukan -sekedar- satu suara kecil,
tetapi justru suara mayoritas ulama Ahlus Sunnah.
Pesan Sederhana
Ragu itu manusiawi.
Yang penting tahu caranya.
Jangan biasakan panik.
Pegang yang yakin.
Buang yang ragu.
Salat itu untuk menenangkan hati,
bukan untuk bikin gelisah.
Karena ibadah bukan soal sempurna tanpa lupa,
tapi soal tahu bagaimana bersikap saat lupa.
Referensi:
1.Shahih Muslim; 2 2.Al-Majmū’ (an-Nawawi);
3.Al-Mughnī (Ibnu Qudāmah);
4.Badā’i’ ash-Shanā’i’ (al-Kasani); 5.Asy-Syarh al-Kabīr (ad-Dardir); 6.Al-Asybah wan Nazhā’ir (as-Suyuthi).
Al Faqir Hikam

Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tanggapi ! Bebas Sopan.....