SAAT HIDUP TERASA BERAT, AMALKAN DOA ANTI TERTOLAK INI: MEMOHON KEPADA ALLAH AGAR SEGALA KESULITAN DIBERI JALAN KELUAR
بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين
الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين
Kajian Ringan
Ada masa ketika seseorang tetap tersenyum di hadapan orang lain, tetapi hatinya sedang menanggung beban yang tidak ringan. Masalah pekerjaan, kesulitan ekonomi, urusan rumah tangga, atau harapan yang belum juga terwujud, semuanya terkadang berkumpul dalam satu waktu.
Ia ingin bercerita, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ia ingin mencari jalan keluar, tetapi setiap langkah seolah berhadapan dengan pintu yang tertutup.
Dalam keadaan seperti itu, seorang Muslim memiliki tempat untuk kembali: Allah سبحانه وتعالى.
Berdoa bukan berarti kita menyerah menghadapi kehidupan. Justru melalui doa, kita mengakui bahwa diri ini memiliki keterbatasan, sementara pertolongan Allah tidak dibatasi oleh kemampuan kita dalam melihat jalan keluar.
Di antara doa yang beredar dalam literatur doa berbahasa Arab terdapat sebuah permohonan yang menyebut nama-nama Allah yang mulia, disertai permintaan agar kesulitan yang dialami pada pagi dan sore hari diangkat oleh-Nya.
Doa ini menarik untuk direnungi, bukan hanya karena susunan katanya, melainkan juga karena makna permohonannya yang dekat dengan kehidupan manusia.
1. Bacaan doa dan artinya
Berikut redaksi doa yang ditemukan dalam kitab Nuzhat al-Majālis wa Muntakhab an-Nafā’is, karya al-Ṣafūrī, pada halaman 117.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الْأَحَدِ الْأَعَزِّ، وَأَدْعُوكَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ الْأَحَدِ الصَّمَدِ، وَأَدْعُوكَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ الْعَظِيمِ الْوَتْرِ، وَأَدْعُوكَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ الْكَبِيرِ الْمُتَعَالِ الَّذِي مَلَأَ الْأَرْكَانَ كُلَّهَا، أَنْ تَكْشِفَ عَنِّي مَا أَصْبَحْتُ وَمَا أَمْسَيْتُ فِيهِ.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu Yang Maha Esa dan Mahamulia. Aku berdoa kepada-Mu dengan nama-Mu Yang Maha Esa dan tempat bergantung segala sesuatu. Aku berdoa kepada-Mu dengan nama-Mu Yang Agung dan Tunggal, serta nama-Mu Yang Mahabesar lagi Mahatinggi, yang memenuhi seluruh penjuru. Aku memohon agar Engkau mengangkat dariku kesulitan yang aku alami pada pagi dan sore hari.”
Doa ini mengajarkan satu hal yang sederhana: ketika menghadapi kesulitan, kita boleh menyampaikan kelemahan dan kebutuhan kita kepada Allah dengan penuh harap.
Namun, penting untuk diketahui bahwa redaksi di atas merupakan teks yang ditemukan dalam literatur doa, bukan hadis sahih yang telah dipastikan berasal dari Rasulullah ﷺ.
" Menurut Al Faqir Ilallah ( Penulis ) makna redaksi pada doa tersebut sangat indah , pantas doa ini dikatakan "dapat menggoncang 'Arsy" setelah melihat beberapa Asmaul Husna tertera sangat indah meyakinkan dan menyentuh serta menangkan hati pembacanya , sekalipun bermasalah dalam sanadnya , selama isi tidak menyimpang dari Nilai-nilai Aqidah dan syariat ,tidak apa mengamal doa doa yang dasarnya lemah secara ilmu hadits,berdasarkan mayoritas qoul ulama hadits dalam pengamalan hadits lemah bersyarat ( jika ada waktu silahkan dipelajari!"
2. Dari mana asal doa ini?
Dalam Nuzhat al-Majālis, al-Ṣafūrī menceritakan bahwa ketika orang-orang Yahudi hendak membunuh Nabi Isa عليه السلام, Malaikat Jibril datang membawa doa tersebut. Dikisahkan bahwa setelah Nabi Isa berdoa dengannya, Allah mengangkat beliau ke langit.
Kitab itu kemudian menyertakan sebuah perkataan yang dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ tentang keutamaan doa tersebut.
Akan tetapi, kisah dan keutamaan khusus tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai riwayat yang sahih. Riwayat yang beredar dengan kisah serupa dinilai palsu oleh sejumlah penelaah hadis. Karena itu, kita perlu membedakan antara membaca doa dengan makna yang baik dan meyakini bahwa kisah asal-usulnya benar-benar terjadi sebagaimana diceritakan.
Keterangan ini bukan untuk menghilangkan ketenangan orang yang berdoa. Justru dengan mengetahui sumbernya, kita bisa beribadah dengan hati yang tenteram sekaligus menjaga amanah ilmu.
3. Mengapa kita dianjurkan berdoa ketika mengalami kesulitan?
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.’”QS. Ghafir [40]: 60
Ayat ini memberikan dasar yang kuat bahwa berdoa merupakan bagian penting dari penghambaan seorang hamba kepada Tuhannya.
Namun, jangan memahami ayat tersebut secara sempit, seolah-olah setiap permintaan harus terwujud persis seperti yang kita inginkan, pada waktu yang kita tentukan.
Terkadang seseorang meminta kelapangan rezeki, tetapi jalannya masih panjang. Ada yang memohon kesembuhan, tetapi harus melewati masa pengobatan yang melelahkan. Ada pula yang berharap persoalan rumah tangganya segera selesai, tetapi Allah memberinya kesempatan untuk belajar bersabar, memperbaiki diri, dan mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.
Kita tidak selalu memahami seluruh hikmah di balik keadaan yang sedang dihadapi. Karena itulah, doa tidak hanya berisi permintaan agar masalah selesai, tetapi juga pengharapan agar kita diberi kekuatan untuk menjalaninya.
4. Memahami nama-nama Allah dalam doa
Ada beberapa nama dan sifat Allah yang disebutkan dalam doa ini.
* الأَحَدُ — Al-Ahad. Allah Maha Esa, tidak memiliki sekutu. Makna ini ditegaskan dalam Surah Al-Ikhlas ayat 1.
* الصَّمَدُ — Ash-Shamad. Allah adalah tempat bergantung segala makhluk, sedangkan Dia tidak bergantung kepada siapa pun. Makna ini disebutkan dalam Surah Al-Ikhlas ayat 2.
* الْعَظِيمُ — Al-'Azhim. Allah Mahabesar dan Mahagung.
* الْمُتَعَالِي — Al-Muta'ali. Allah Mahatinggi, jauh di atas segala kekurangan yang ada pada makhluk.
Menyebut nama-nama Allah ketika berdoa sejalan dengan firman-Nya:
> وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
“Allah memiliki nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu.”
(QS. Al-A'raf \[7\]: 180).
Ayat tersebut menjadi dasar bahwa seorang Muslim dianjurkan berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang baik.
Meski demikian, tidak berarti setiap susunan nama dalam doa tertentu memiliki keutamaan khusus yang sudah terbukti. Untuk menetapkan keutamaan tertentu, tetap diperlukan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.
5. Bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Jika Anda tertarik membaca doa tersebut, silakan menjadikannya sebagai permohonan kepada Allah dengan tetap memahami status riwayatnya. Tidak perlu menetapkan jumlah bacaan, waktu khusus, atau janji hasil tertentu tanpa dalil yang jelas.
Setelah berdoa, lanjutkan dengan ikhtiar yang sesuai dengan persoalan yang sedang dihadapi.
Jika kesulitan berkaitan dengan ekonomi, susun kembali kebutuhan dan kemampuan keuangan. Jika menyangkut keluarga, carilah komunikasi yang baik dan nasihat yang bijaksana. Jika berhubungan dengan kesehatan, tempuh pengobatan yang diperlukan.
Doa dan ikhtiar bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Kita memohon pertolongan Allah, sekaligus menggunakan kemampuan yang telah Allah berikan.
Ada kalanya jalan keluar tidak datang dalam bentuk hilangnya masalah seketika. Bisa jadi ia hadir sebagai pikiran yang lebih jernih, hati yang lebih kuat, seseorang yang bersedia membantu, atau keberanian untuk mengambil langkah yang selama ini tertunda.
Dan terkadang, langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh menjadi awal dari perubahan besar yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan.
6. Ketika doa belum terwujud, jangan buru-buru berputus asa
Tidak semua orang yang sedang mengalami kesulitan membutuhkan nasihat panjang. Sebagian hanya membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi.
Begitu pula ketika seseorang mengadu kepada Allah. Ia tidak selalu datang dengan kalimat yang indah. Kadang-kadang ia hanya mampu berbisik, menangis, atau mengucapkan, “Ya Allah, aku sudah tidak tahu harus bagaimana.”
Kesederhanaan itu tidak menghalangi seseorang untuk berdoa. Allah mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati manusia.
Jangan pula menganggap bahwa kesulitan yang belum selesai berarti doa tidak didengar atau seseorang kurang beriman. Kita tidak berhak mengukur kedudukan seseorang di sisi Allah hanya dari mudah atau sulitnya kehidupan yang ia jalani.
Yang bisa kita lakukan adalah terus memohon pertolongan-Nya, memperbaiki apa yang mampu kita perbaiki, dan meminta bimbingan ketika tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh.
Sebab, bersandar kepada Allah bukan berarti kita tidak boleh merasa lelah. Bersandar kepada Allah berarti kita tidak menjadikan kelelahan sebagai alasan untuk kehilangan seluruh harapan.
Kata - kata Mutiara
“Jangan hanya meminta agar Allah segera mengangkat bebanmu. Mintalah pula agar hatimu dikuatkan, langkahmu dibimbing, dan pikiranmu dijernihkan. Sebab, terkadang pertolongan pertama bukanlah hilangnya masalah, melainkan hadirnya kekuatan untuk menghadapinya.”
Samudra Kata | Kajian Ringan
Penyusun: A.Hikam.S
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد بعدد حروف كلام الله، وصل وسلم عليه وآله في أول الكلام وأوسطه وآخره،اللهم آته الوسيلة والفضيلة برحمتك ياأرحم الراحمين


Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tanggapi ! Bebas Sopan.....