“Pernah Zina di Masa Lalu, Saat Akan Menikah Dan Ditanya Calon: Wajib Jujur atau Menutupinya?”
بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين
الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين
Tanya:
“Seorang perempuan pernah terjatuh dalam lembah zina, kemudian ia bertaubat , tidak ingin mengulanginya lagi dan ingin menikah. Ketika calon suaminya bertanya tentang masa lalunya, apakah ia wajib mengaku atau boleh menyembunyikannya?”
Jawab singkat:
Menurut penjelasan ulama Syafi‘iyyah, apabila seseorang pernah melakukan dosa lalu benar-benar bertaubat, maka ia tidak wajib membuka aib masa lalunya, bahkan dianjurkan menutupi aib yang telah Allah tutupi. Namun - perlu dicatat- menutup aib bukan berarti bebas berdusta dengan dusta yang jelas.
Uraian Selanjutnya...
Yang sering membuat orang bingung
Sebagian orang berkata:
"Kalau tidak mengaku berarti menipu."
Sebagian lain berkata:
"Kalau sudah taubat, masa lalu sudah selesai."
Lalu mana yang lebih dekat dengan penjelasan ulama?
Yang perlu dipahami: Islam membedakan antara menutupi aib dan melakukan penipuan.
Ada dosa yang urusannya antara hamba dengan Allah, dan ada perkara yang menyangkut hak manusia lain.
Karena itu para ulama tidak mengatakan: "Buka semua masa lalumu."
Tetapi juga tidak mengatakan: "Bebas berdusta sesukanya."
Di sinilah letak rincian yang sering terlewat.
Dasar Syafi'iyyah: menutup aib yang telah Allah tutupi
Imam Nawawi رحمه الله menjelaskan dalam kitab Al-Adzkar:
Al-Adzkar
> يُسْتَحَبُّ لِمَنْ ابْتُلِيَ بِمَعْصِيَةٍ أَنْ يَسْتُرَهَا عَلَى نَفْسِهِ، وَلَا يُخْبِرَ بِهَا غَيْرَهُ
Artinya:
"Disunnahkan bagi orang yang diuji dengan suatu maksiat agar menutupinya atas dirinya dan tidak memberitahukannya kepada orang lain."
Kalimat ini memberi satu pelajaran penting:
Tidak setiap dosa masa lalu harus diumumkan kepada manusia.
Bahkan jika Allah sudah menutupinya, seseorang tidak dianjurkan membuka kembali tirai yang Allah bentangkan.
Dalil hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
> كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ
Artinya:
"Seluruh umatku mendapatkan ampunan kecuali orang-orang yang terang-terangan menampakkan dosanya."
Apa lagi sampai bangga di hadapan teman bicaranya sembari mengatakan "Kamu belum apa - apa ,nie sudah dengan yang begituan"
Diriwayatkan oleh Muhammad ibn Ismail al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj.
Dalam hadis lain:
> مَنْ ابْتُلِيَ بِشَيْءٍ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ
Artinya:
"Barang siapa diuji dengan sebagian perbuatan buruk ini, hendaklah ia menutupi dirinya dengan penutup Allah."
Lalu kalau calon bertanya langsung?
Di sinilah rincian pentingnya.
Bila seorang perempuan pernah terjatuh dalam zina, lalu telah bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh, kemudian calon suami bertanya:
"Apakah kamu pernah berzina?"
Maka menurut arah penjelasan ulama Syafi‘iyyah:
Tidak wajib mengaku dan merinci dosa masa lalu.
Dianjurkan menutup aib.
Tetapi tidak boleh memakai dusta yang terang-terangan.
Karena dusta tetap dosa.
Sebagian ulama membahas solusi berupa tauriyah (ungkapan yang mengandung makna yang tidak membuka aib dan tidak berdusta jelas).
Misalnya:
"Saya memiliki masa lalu dan saya telah bertaubat kepada Allah."
atau:
"Saya ingin memulai hidup dengan keadaan yang lebih baik."
Tanpa harus membuka rincian dosa.
Ada pengecualian yang perlu diperhatikan
Ini yang sering terlupakan.
Kalau perkara tersebut menyangkut hak pasangan, maka hukumnya berbeda.
Contoh:
status anak dan nasab,
penyakit tertentu yang memengaruhi hak pasangan,
cacat yang memberi hak pembatalan nikah.
Hal seperti ini tidak masuk pembahasan “menutup aib” biasa.
Kata-kata Mutiara
"Taubat bukan menghapus sejarah dari ingatan manusia, tetapi mengubah kedudukan seorang hamba di sisi Allah."
"Tidak semua yang pernah terjadi harus diceritakan, dan tidak semua yang ditutupi berarti penipuan."
"Jika Allah telah menutup aib seorang hamba, jangan ia sendiri yang merobek tirainya."
Wallahu a‘lam.
✍️ Ahmad Hikam Suni
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد بعدد حروف كلام الله، وصل وسلم عليه وآله في أول الكلام وأوسطه وآخره،اللهم آته الوسيلة والفضيلة برحمتك ياأرحم الراحمين

Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tanggapi ! Bebas Sopan.....