Memahami “Khilaful Aula” dengan Bahasa Sederhana

بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين 

Banyak orang mengira bahwa semua perbuatan itu hanya dua:
  • dosa atau tidak dosa, 
  • halal atau haram,
Padahal dalam ilmu adab dan fiqih, ada satu istilah penting yang sering dipakai para ulama, familiar di kalangan kaum santri, yaitu:

Apa Itu Khilaful Aula?

Secara sederhana:

> Khilaful aula adalah meninggalkan sesuatu yang lebih baik, walaupun tidak sampai haram atau berdosa.

Jadi pelakunya:

belum tentu berdosa,

tetapi dianggap meninggalkan pilihan yang lebih mulia, lebih sempurna, atau lebih pantas.

Ibaratnya:
tidak salah, tapi kurang indah.

Definisi Ulama Tentang Khilaful Aula

1. Definisi Ringkas Ulama Ushul

Arab:

> خِلَافُ الْأَوْلَى هُوَ تَرْكُ مَا فِعْلُهُ أَوْلَى
Artinya:
> “Khilaful aula adalah meninggalkan sesuatu yang mengerjakannya lebih utama.”
Maknanya:
boleh ditinggalkan,
tetapi lebih bagus dan lebih utama kalau dikerjakan.

2. Definisi dari Ulama Fiqih

Arab:
> هُوَ فِعْلُ الْجَائِزِ مَعَ أَنَّ غَيْرَهُ أَفْضَلُ مِنْهُ
Artinya:
> “Melakukan sesuatu yang sebenarnya boleh, namun ada pilihan lain yang lebih utama darinya.”

Jadi:
perkara itu mubah atau boleh,
tetapi ada sikap yang lebih mulia.

3. Penjelasan Adab Para Ulama
Arab:
> الْأَدَبُ مَعَ اللَّهِ تَرْكُ خِلَافِ الْأَوْلَى
Artinya:
> “Termasuk adab kepada Allah adalah meninggalkan perkara khilaful aula.”

Maksudnya: orang yang ingin menjaga adab dan kesempurnaan akhlak biasanya berusaha meninggalkan perkara-perkara yang kurang utama.

5 Contoh Sikap Khilaful Aula

1. Sudah Tahu Shalat Awal Waktu Itu Utama, Tapi Sering Menunda Tanpa Uzur

  • Shalatnya tetap sah.
  • Tidak selalu berdosa.

Namun:
ia meninggalkan yang lebih utama,
yaitu bersegera memenuhi panggilan Allah.

2. Punya Ilmu Tentang Adab Berpakaian, Tapi Sengaja Meremehkannya

Misalnya:
  1. pakaian terlalu asal,
  2. sengaja tampil tidak sopan,

padahal tahu adab kaum muslimin.
Ini bisa masuk khilaful aula karena meninggalkan adab yang lebih baik.

3. Tidak Membalas Salam dengan Wajah Ramah

Jawaban salamnya sah.

Tetapi:
  • wajah masam,
  • nada dingin,
  • tanpa penghormatan,
itu meninggalkan akhlak yang lebih utama.

4. Mampu Membantu Orang, Tapi Memilih Diam Karena Malas

Tidak semua keadaan mewajibkan bantuan.

Namun kadang:

membantu adalah kemuliaan,

sedangkan diam hanya membuat seseorang kehilangan kesempatan pahala.

5. Sudah Tahu Keutamaan Membaca Al-Qur’an, Tapi Waktu Habis untuk Hal Kurang Bermanfaat

Ini sering terjadi di zaman sekarang.

Bukan berarti setiap hiburan haram.
Tetapi ketika seseorang:

tahu kemuliaan Al-Qur’an,

tahu besarnya pahala dzikir,

namun seluruh waktunya habis untuk hal sia-sia,


maka itu bisa termasuk meninggalkan yang lebih utama.

6.“Meninggalkan syiar dan adab kebaikan setelah mengetahui keutamaannya termasuk khilaful aula, misalnya memakai sorban dan jubah saat ibadah , tetapi Jubah tidak otomatis membuat seseorang menjadi berilmu ( seperti orang awam yang gampang tertipu cassing)  , Sebagaimana halnya juga  sorban tidak otomatis membuat hati menjadi tawadhu.

Mengapa Ulama Membahas Khilaful Aula?

Karena agama bukan hanya soal:

halal dan haram,

sah dan batal.


Tetapi juga tentang:

keindahan adab,

kesempurnaan akhlak,

dan usaha mendekat kepada Allah.

Para ulama terdahulu sangat menjaga perkara kecil karena mereka ingin:

bukan sekadar selamat,

tetapi ingin menjadi hamba yang terbaik.

Kesimpulan

Khilaful aula bukan berarti haram.
Bukan pula otomatis dosa.

Namun ia adalah:

> meninggalkan sesuatu yang lebih baik dan lebih mulia padahal seseorang mengetahui keutamaannya.



Orang yang menjaga diri dari khilaful aula biasanya:

lebih halus adabnya,

lebih hidup rasa malunya,

dan lebih hati-hati dalam mendekat kepada Allah.

Kalimat Emas
> “Orang awam biasanya sibuk mencari batas halal dan haram,sedangkan orang-orang shalih sibuk menjaga adab dan meninggalkan khilaful aula.”
Atau:
> “Tidak semua yang boleh itu layak dibiasakan,karena hati para pencari Allah hidup dengan memilih yang paling utama.”


 اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد بعدد حروف كلام الله، وصل وسلم عليه وآله في أول الكلام وأوسطه وآخره،اللهم آته الوسيلة والفضيلة برحمتك ياأرحم الراحمين

Komentar

Postingan Populer