Banyak yang Salah Paham: Apa Itu Salaf Sebenarnya?
بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين
الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين
Salaf adalah orang-orang terdahulu yang saleh dari generasi awal Islam, terutama para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, yang dikenal paling dekat dengan ajaran Nabi ﷺ, paling paham Al-Qur’an dan Sunnah, serta paling lurus dalam beragama,ada yang menjelaskan mereka adalah kelompok yang hidup sejak zaman Kenabian sampai tahun 300 Hijriah, sesudah itu namanya khalaf.
Ulasan Panjang Lebar Tentang “Salaf”
1) Definisi “Salaf”
A. Secara bahasa
Kata السَّلَف (as-salaf) dalam bahasa Arab berarti:
orang yang telah terdahulu
leluhur / pendahulu
generasi yang sudah lebih dulu hidup
Jadi secara sederhana:
Salaf = orang-orang yang lebih dulu datang sebelum kita.
Contoh bahasa awamnya:
“Ayah dan kakek kita adalah salaf bagi kita.”
“Ulama dulu adalah salaf bagi ulama sekarang.”
B. Secara istilah agama
Dalam pembahasan Islam, kata Salaf biasanya tidak sekadar berarti “orang zaman dulu”, tetapi lebih khusus kepada:
generasi awal umat Islam yang berada di atas petunjuk Nabi ﷺ.
Yang paling sering dimaksud adalah:
Sahabat Nabi ﷺ
Tabi’in (murid para sahabat)
Tabi’ut Tabi’in (murid para tabi’in)
Mereka sering disebut:
السلف الصالح
As-Salaf Ash-Shalih
“Generasi terdahulu yang saleh.”
2) Asal mula kata “Salaf”
A. Akar kata Arab
Kata salaf berasal dari akar kata:
س ل ف
(sin – lam – fa’)
Makna dasarnya: "mendahului telah lewat"
telah lebih dulu ada
Turunannya antara lain:
سَلَفَ = telah berlalu / telah mendahului
السَّلَف = pendahulu
السُّلُوف = orang-orang yang lebih dahulu
B. Makna perkembangan istilahnya
Awalnya, kata “salaf” itu umum. Bisa dipakai untuk siapa saja yang terdahulu.
Tetapi dalam tradisi ilmu Islam, para ulama kemudian memakai kata ini untuk menunjuk:
generasi awal umat yang paling lurus pemahamannya terhadap agama.
Kenapa mereka dijadikan ukuran?
Karena mereka:
hidup paling dekat dengan masa Nabi ﷺ,
paling paham bahasa Arab murni,
paling tahu sebab turunnya ayat,
paling paham maksud hadits,
dan paling sedikit tercampur pemikiran asing.
Maka ketika para ulama berkata:
“Ikutilah manhaj salaf”
maksudnya bukan:
“Kembalilah ke zaman kuno.”
Tetapi maksudnya:
“Pahamilah Islam sebagaimana dipahami generasi terbaik pertama.”
3) Ayat, Hadits, dan Qoul Ulama yang menyinggung makna “Salaf”
Di bagian ini saya buat ilmiah, tapi tetap mudah dipahami.
A. DALIL AL-QUR’AN
1. Surah An-Nisa’ ayat 115
Arab:
وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا
Artinya:
“Barang siapa menentang Rasul setelah jelas baginya petunjuk, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, maka Kami biarkan ia dalam kesesatan yang dipilihnya dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam...”
Kaitan dengan “salaf”
Para ulama menjelaskan bahwa “jalan orang-orang mukmin” yang pertama dan paling utama adalah:
para sahabat Nabi ﷺ
Maka ayat ini menjadi dasar penting bahwa:
cara beragama itu bukan hanya “apa dalilnya”, tetapi juga “bagaimana dipahami oleh generasi awal yang beriman”.
Ini inti dari makna salaf.
2. Surah At-Taubah ayat 100
Arab:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
Artinya:
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.”
Kaitan dengan “salaf”
Ayat ini sangat kuat menunjukkan bahwa:
generasi pertama itu mulia,
dan keselamatan ada pada mengikuti mereka dengan baik.
Jadi, salaf bukan sekadar nostalgia sejarah, tapi jalan mengikuti agama dengan benar.
3. Surah Al-Baqarah ayat 137
Arab:
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنتُم بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوا ۖ وَإِن تَوَلَّوا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ
Artinya:
“Maka jika mereka beriman seperti apa yang kalian imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk...” �
Kaitan dengan “salaf”
Ayat ini menunjukkan bahwa:
iman yang benar adalah iman yang sesuai dengan iman para sahabat.
Maka salaf bukan hanya label, tapi standar pemahaman agama.
B. HADITS-HADITS TENTANG SALAF
1. Hadits generasi terbaik
Arab:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka, lalu orang-orang setelah mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan
Hadits ini adalah salah satu pondasi terbesar dalam pembahasan salaf.
Tiga generasi yang dipuji Nabi ﷺ adalah:
- Sahabat
- Tabi’in
- Tabi’ut Tabi’in
Inilah yang paling sering dimaksud dengan:
السلف الصالح
Maka ketika seseorang berkata:
“Saya ingin mengikuti salaf,”
maksud yang benar adalah:
“Saya ingin memahami Islam sebagaimana dipahami tiga generasi terbaik ini.”
2. Hadits “sebaik-baik pendahulu”
Ini hadits yang secara lafaz langsung memakai kata salaf.
Ketika Nabi ﷺ berbicara kepada Fathimah رضي الله عنها, beliau bersabda:
فَإِنِّي نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ
Artinya:
“Sesungguhnya aku adalah sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu.”
Faedah penting
Hadits ini menunjukkan bahwa kata salaf memang dipakai langsung dalam Sunnah dengan makna:
orang yang mendahului / orang yang lebih dulu pergi.
Jadi, istilah salaf bukan istilah buatan zaman belakangan, tapi ada asal pemakaiannya dalam nash.
3. Hadits tentang kelompok yang tetap di atas kebenaran
Arab:
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
Artinya:
“Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang tampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menyelisihi atau meninggalkan mereka, sampai datang keputusan Allah.”
(HR. Muslim)
Kaitan dengan “salaf”
Para ulama banyak menjelaskan bahwa ciri kelompok ini adalah:
mereka berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman generasi awal umat ini.
Penting !
- Menurut hemat saya ( penulis ) "untuk memahami Alquran dan Sunnah, seperti pemahaman yang seharusnya, tidak melenceng atau menyimpang , maka seorang awam, haruslah membutuhkan para ahli, untuk menjelaskan Alquran dan as-sunnah tersebut, dengan kata lain mereka adalah para ulama yang berkompeten dan diakui ke ulamanya oleh umat Islam, jadi tidak bisa seorang dikatakan Salaf hanya karena membaca terjemahan Alquran dan hadits , serta mengikuti artinya dan maknanya secara tekstual saja tanpa mendengarkan memahami, mendapat bimbingan dari para ulama yang telah ahli mengenai isi keduanya, karena jika ada seorang yang awam membaca Alquran dan hadits bersama artinya lalu ia memahami dengan caranya dia tanpa mengikuti petunjuk-petunjuk maka Sebenarnya dia memahami Alquran versi dia sendiri ,bukan versi Salaf, oleh karena itulah maka para ulama mengatakan bahwa kesempurnaan Islam itu ada tiga
- Mentasydikkan Allah subhanahu wa ta'ala sebagai Tuhan dan Rasulullah sebagai utusannya
- Mengucapkan 2 kalimat syahadat dan Mengamalkan dengan anggota tubuhnya, apa yang diajarkan oleh Allah dalam Alquran dan hadis-hadis nabi dengan mengikuti 4 sahabat Khulafaur Rasyidin dan mengikuti salah 1 dari 4 Imam mazhab yang sudah disepakati oleh umat.
Selanjutnya arti ruh “salaf” itu bukan slogan, tetapi komitmen terhadap kebenaran yang murni.
C. QOUL ULAMA TENTANG SALAF
Saya pilihkan beberapa dalil yang kuat dan mudah dipahami.
1. Imam Al-Auza’i رحمه الله
اصْبِرْ نَفْسَكَ عَلَى السُّنَّةِ، وَقِفْ حَيْثُ وَقَفَ الْقَوْمُ، وَقُلْ بِمَا قَالُوا، وَكُفَّ عَمَّا كَفُّوا عَنْهُ، وَاسْلُكْ سَبِيلَ سَلَفِكَ الصَّالِحِ، فَإِنَّهُ يَسَعُكَ مَا وَسِعَهُمْ
Artinya:
“Tahan dirimu di atas Sunnah. Berhentilah di tempat kaum itu berhenti. Berkatalah sebagaimana mereka berkata. Tahanlah dirimu dari apa yang mereka tahan. Dan tempuhlah jalan salafmu yang saleh, karena akan cukup bagimu apa yang telah cukup bagi mereka.”
Makna sederhananya
Pesan beliau sangat dalam:
“Kalau para sahabat dan ulama awal sudah selamat dengan cara itu, maka jangan cari jalan baru yang aneh-aneh.”
2. Imam Malik رحمه الله
Arab:
لَنْ يُصْلِحَ آخِرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا
Artinya:
“Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah memperbaiki generasi awalnya.”
Maknanya
Ini salah satu kaidah emas.
Artinya:
solusi kerusakan umat bukan dengan meninggalkan ajaran awal Islam, tetapi dengan kembali memahaminya secara benar.
Bukan berarti anti-kemajuan.
Tetapi maksudnya:
prinsip agama jangan diubah hanya karena zaman berubah.
3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله
Makna ucapan beliau yang masyhur adalah:
مَذْهَبُ السَّلَفِ أَعْلَمُ وَأَحْكَمُ وَأَسْلَمُ
Artinya:
“Manhaj salaf itu lebih berilmu, lebih bijak, dan lebih selamat.”
Penjelasan gini
Kenapa?
Karena salaf: ilmunya dekat ke sumber,
ibadahnya lebih jujur,akalnya sehat,
hatinya bersih, dan tidak banyak membuat agama versi baru.
Jadi seorang dikatakan membuat bidah atau membuat aturan baru dalam islam, apabila amal tersebut tidak ada di dalam salah satu dari empat pondasi Ini yaitu :
- Alquran
- Al Hadis
- Ijma ulama atau
- Qias,
jika suatu amal tidak ditemukan salah satu dari 4 pondasi tersebut Maka itulah aturan baru bidah.
4. Penjelasan ulama kontemporer
Sebagian ulama menjelaskan bahwa aqidah salaf dibangun di atas:
Al-Qur’an dan Sunnah, sesuai pemahaman generasi terbaik umat ini, yaitu ada Ijmak dan Qiyas , seperti yang disebutkan di atas.
Ini penting. Karena banyak orang salah paham, seolah “salaf” itu hanya identitas kelompok.
Padahal makna aslinya lebih besar:
cara beragama yang berusaha jujur kembali kepada wahyu dengan pemahaman generasi awal.
4) Penjelasan bahasa awam, manusiawi
Nah ini bagian yang paling penting agar tidak kaku.
“Salaf” itu kalau dibahasakan secara manusiawi adalah begini:
Bayangkan ada mesin pabrik yang keluar langsung dari produsennya.
Tentu yang paling paham cara pakai asli adalah:
pembuatnya,
teknisi resminya,
dan orang-orang pertama yang dilatih langsung.
Bukan orang yang hidup 500 tahun setelahnya lalu menebak-nebak sendiri.
Begitu juga Islam.
Nabi ﷺ adalah pembawa agama.
Lalu yang paling paham cara pakai agama ini tentu:
para sahabat,
lalu murid-murid mereka,
lalu murid setelah itu.
Itulah salaf, dan pengikut Salaf itulah khalaf dan pengikut khalaf itulah mutakhirin
Di lain waktu Insya Allah saya akan menjelaskannya dua istilah ini.
Jadi “salaf” bukan:
sekadar jenggot,sekadar gamis,sekadar celana cingkrang,sekadar istilah Arab,
sekadar nama kelompok,apalagi sekadar pinter debat medsos.
Kalau itu saja yang muncul, berarti orang belum menyentuh inti salaf.
Inti “salaf” sebenarnya adalah:
1. Agama jangan dibuat-buat
Salaf itu ingin beragama sesuai yang diajarkan, bukan sesuai selera.
Bahasa gampangnya:
“Kalau Nabi tidak mengajarkan begitu, kenapa kita nekat membuat pola baru?”
Yaitu "pola pemahaman textual saja"
2. Tidak sok paling tahu
Salaf itu justru mengajarkan tawadhu’.
Karena orang yang paham salaf akan sadar:
“Kalau para sahabat saja hati-hati dalam agama, saya lebih pantas lagi untuk hati-hati.”
Jadi bukan arogan, tapi justru mestinya lebih takut salah.
3. Agama itu bukan hanya semangat, tapi juga cara
Banyak orang niatnya baik, tapi caranya salah.
Misalnya:
ingin dekat kepada Allah, tapi pakai cara yang tidak ada tuntunannya,
ingin membela Islam, tapi lisannya kasar,
ingin dianggap alim, tapi akhlaknya rusak.
Salaf mengajarkan:
niat baik harus ditempuh dengan cara yang benar.
4. Salaf itu dekat dengan kesederhanaan
Ciri ruh salaf itu biasanya:
tidak ribet dalam ibadah,
tidak suka berlebihan,
tidak suka dramatisasi agama,
tidak sibuk pencitraan,
lebih banyak membenahi diri daripada mencari musuh.
Jadi kalau ada orang mengaku “salafi” tapi:
gampang menghina,kasar,sombong,
merasa semua orang sesat,haus menang debat, maka itu belum tentu mewakili akhlak salaf.
Karena salaf bukan hanya manhaj berpikir, tapi juga adab dan hati.
Kesimpulan paling padat
Ringkas sekali:
Salaf adalah generasi awal Islam yang saleh, terutama sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, yang menjadi rujukan paling aman dalam memahami Al-Qur’an dan Sunnah.
Ringkas tapi lebih hidup:
Salaf itu seperti “versi asli” pemahaman Islam yang paling dekat dengan Nabi ﷺ.
Ringkas dalam bahasa rakyat:
Kalau mau tahu Islam yang paling murni, lihat bagaimana Nabi ﷺ, para sahabat, dan generasi awal memahaminya. Itulah salaf.
Ahmad Hikam Suni
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد بعدد حروف كلام الله، وصل وسلم عليه وآله في أول الكلام وأوسطه وآخره،اللهم آته الوسيلة والفضيلة برحمتك ياأرحم الراحمين


Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tanggapi ! Bebas Sopan.....