Manusia Menilai Cepat, Allah Menilai Tepat
بــــــــسم الله الرحمن الرحيم,وبه نستعين
الحمدلله وصلى الله سبحانه وبحمده على سيدنامحمد الأمي و آله وصحبه أجمعين
Kalimat ini mengingatkan kita pada satu kenyataan pahit, tentang manusia dan penilaian mereka.
Dalam kehidupan, kebaikan sering dianggap biasa, sedangkan kesalahan dibesar-besarkan.
Orang bisa lama berbuat baik, membantu, menutup aib orang lain, tapi saat sekali saja tergelincir, semua kebaikan itu seperti menguap.
Dalam kitab-kitab adab, para ulama sudah lama mengingatkan hal ini.
Imam Al-Ghazali رحمه الله berkata:
ألسنةُ الخلقِ أقلامُ الحقِّ
"Lisan manusia itu seperti pena takdir"
Artinya, Allah sering menjadikan omongan manusia sebagai ujian bagi hamba-Nya. Bukan berarti semua omongan manusia benar, tapi cara kita disikapi oleh manusia adalah bagian dari ujian hidup.
Ulama lain, Sufyan ats-Tsauri رحمه الله juga pernah berkata dengan makna yang sangat dalam:
الناسُ حُكَّامٌ على الظواهر، واللهُ يتولى السرائر
Manusia menilai dari yang tampak, Allah yang mengurus isi hati.
Nah, di sinilah letak hikmahnya.
Manusia menilai cepat, kasar, dan sering tidak adil. Satu kesalahan bisa menghapus seribu kebaikan di mata manusia, tapi tidak di sisi Allah, selama kita bertaubat dan jujur memperbaiki diri.
Karena itu, orang beriman tidak terlalu sibuk mengejar gelar “malaikat” di mata manusia. Sebab:
Dipuji manusia belum tentu selamat,
Dicela manusia belum tentu celaka.
Yang paling penting adalah bagaimana catatan kita di sisi Allah, bukan label yang ditempelkan orang.
Singkatnya:
👉 Jangan heran kalau kebaikanmu dilupakan.
👉 Jangan tumbang hanya karena satu kesalahan.
👉 Terus luruskan niat, perbaiki diri, dan serahkan penilaian akhir kepada Allah (Hikam )
Samudra Kata
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد بعدد حروف كلام الله، وصل وسلم عليه وآله في أول الكلام وأوسطه وآخره،اللهم آته الوسيلة والفضيلة برحمتك ياأرحم الراحمين


Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tanggapi ! Bebas Sopan.....