Kitab Khazīnatul AsrārHarta Karun Rahasia Ibadah dan Hati
Di tengah banyaknya berbagai kitab yang membahas hukum dan tata cara ibadah,
Khazīnatul Asrār hadir dengan pendekatan yang berbeda dan khas
Kitab ini tidak banyak membicarakan apa yang tampak,
tetapi lebih cendrung mengajak pembacanya masuk ke apa yang tersembunyi di dalam hati.
Judulnya sendiri saja bermakna “Gudang Rahasia-Rahasia”,
yakni rahasia di balik ibadah, niat, adab, dan hubungan seorang hamba dengan Allah.
Isi kitab ini menekankan satu hal penting:
bahwa ibadah bukan sekadar gerakan tubuh atau bacaan lisan,
tetapi kehadiran hati, keikhlasan, dan adab di hadapan Allah.
Penulisnya mengingatkan bahwa:
- Amal kecil bisa bernilai besar jika dilakukan dengan ikhlas
- Amal besar bisa hampa jika hati lalai dan penuh riya
- Ketaatan sejati lahir dari hati yang tunduk, bukan dari keinginan dipuji
Karena itu, Khazīnatul Asrār sering terasa seperti nasihat lembut,
bukan teguran keras,
namun perlahan menyentuh dan mengoreksi batin pembacanya.
Biografi Singkat Pengarang
Muhammad Haqqīn an-Nizālī رحمه الله
Pengarang Khazīnatul Asrār adalah Muhammad Haqqīn an-Nizālī,
seorang ulama yang dikenal memiliki perhatian besar pada ilmu hati dan penyucian jiwa.
Beliau bukan tipe ulama yang hanya menumpuk teori,
tetapi menulis berdasarkan pengalaman spiritual dan kedalaman penghayatan ibadah.
Gaya tulisannya sederhana,
namun sarat makna dan mudah dicerna oleh orang awam.
Inilah yang membuat karyanya tetap dibaca hingga hari ini.
An-Nizālī menekankan bahwa:
- Jalan menuju Allah bukan tentang keajaiban
- Bukan tentang karamah atau hal luar biasa
- Tetapi tentang kejujuran niat, kesabaran, dan adab dalam ibadah sehari-hari
Melalui Khazīnatul Asrār,
beliau seakan mengajak pembaca untuk berhenti sejenak,
melihat ke dalam diri,
lalu bertanya dengan jujur:
“Untuk siapa sebenarnya aku beribadah?”
Penutup
Khazīnatul Asrār bukan kitab untuk diperdebatkan,
tetapi untuk direnungkan.
Ia tidak mengajak kita merasa lebih suci,
justru mengajarkan untuk merendah di hadapan Allah.
Sebuah kitab yang cocok dibaca pelan-pelan,
di waktu sunyi,
agar ibadah tidak hanya sah di mata manusia,
tetapi bernilai di sisi Allah.
— Samudra Kata

Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tanggapi ! Bebas Sopan.....